Saturday, 25 March 2017

Ternyata Surga itu Ajaran Hindu

Dewasa ini, apalagi sejak dunia sosmed berkembang biak pesat, banyak umat-umat beragama di Indonesia sibuk membahas tentang surga, bahkan tidak tanggung-tanggung mereka mengklaim hanya merekalah pemilik surga yang layak masuk surga.

Tabiat semacam itu sah-sah saja selama tidak menimbulkan kekacauan, apalagi masing-masing ajaran mengklaim versi surganya sendiri-sendiri serta mengklaim mereka yang di luar ajarannya otomatis masuk neraka.

Sombong dan bangga tentang hak dan kepemilikan surga seperti yang sedang marak boleh saja dilanjutkan tapi apa kita lupa bahwa baik dari asal kata dan konsep surga dan neraka berasal dari ajaran Hindu? Memang ada pendapat bahwa jauh sebelum Hindu mengepakkan sayap, ada ajaran yang sudah lebih dahulu mengenal konsep surga dan neraka. Ajaran tertua dari daerah sekitar Bangsa Iran saat ini namanya Zorotrianisme. Namun karena di Indonesia mengenal kata Surga dan Neraka, maka ada baiknya kita berkiblat terlebih dahulu ke Hindu.
Ternyata Surga itu Ajaran Hindu
Tahukah anda jika kata surga neraka berasal berasal dari Bahasa Sanskrit "svarga" atau "swarga" yang juga dikenal atau disebut sebagai "Svarga Loka"? Tradisi dan ajaran Hindu menggambarkan swarga sebagai "tempat persinggahan sementara" bagi jiwa atau ruh-ruh manusia yang berbuat baik semasa hidupnya.
Ruh-ruh ini ditempatkan di swarga lantaran dianggap belum siap mencapai moksa, keabadian sejati. Moksha adalah suatu dari empat aspek atau tujuan kehidupan manusia. Yang lain adalah dharma (kehidupan moral), artha (kehidupan material), dan kama (kehidupan seksual, emosional). Setelah dipandang siap untuk "dibebaskan", ruh baik tadi kemudian menuju Vaikunta yang dianggap sebagai "tempat utama" karena disinilah Tuhan Wisnu (Vishnu) bersemayang.

Sementara ruh-ruh yang jahat juga memiliki tempat setelah mati mampus, namanya adalah naraka, dari Bahasa Sanskrit. Tipe neraka ada bermacam-macam tergantung tingkat kejahatan ruh selama hidup di dunia.

Nah, setelah mengenal sedikit asal usul kata dan konsep surga, hendaknya agama Hindu (di Indonesia) dan Zorotrianisme (dunia) yang paling berhak mengklaim diri sebagai pemilik surga. Kita-kita yang lain hanyalah pengekor yang mengikuti tradisi terdahulu sambil beberapanya diedit.

Sedikit Gambaran,
Manusia lahir, tumbuh dewasa, bekerja, menikah tua lalu mati. Selama proses yang panjang itu manusia-manusia awal seprtinya tidak rela dan tidak ikhlas jika hidupnya yang manis pahit asam dan asin itu berakhir sia-sia hanya karena kematian. Karenanya munculah ide menciptakan adanya kehidupan setelah mati. Ide ini sudah ada jauh sebelum agama-agama konvensional (kayak taksi eaaaa) 'beraksi'.

Ide awal ini lalu berkembang biak dan beranak cucu sampai adanya tata cara, aturan dan syarat menuju kehidupan setelah mati. Dari sana lahirlah surga dan neraka beserta segala kisah di baliknya yang dibukukan hingga hari ini. Singkat kata, ide adanya surga dan neraka ini selain bertujuan menciptakan adanya kehidupan setelah mati juga sebagai tempat atau imbalan yang kita terima setelah kematian atas amal budi yang kita lakukan selama hidup.

Entah benar entah sebaliknya, namun satu yang pasti, kita mesti berterima kasih pada para pencetus ide ini karena ternyata hingga kini ide-ide mereka mampu mengatur pola hidup dan tingkah laku kita dalam berkehidupan.

Kalo mau ngawur, jika saja jumlah agama di bumi 1500 buah, maka surga dan neraka juga berjumlah sama karena masing-masing kepercayaan mengklaim merekalah yang pantas masuk surga...

No comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *